Stisipol Pahlawan 12 Gelar PPC Bahas Bangka Terancam Kiamat Pangan

oleh -
oleh

BIN, BANGKA-Terwujudnya transformasi kebijakan ketahanan pangan yang berkelanjutan merupakan komitmen nasional yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Hal inilah yang coba dikulik dalam forum Public Policy Corner (PPC) STISIPOL Pahlawan 12 secara hybrid yaitu offline dan online melalui zoom meeting  pada hari Senin 2 Februari 2022 dengan tema Tantangan Kebijakan Ketahanan Pangan.

Forum diskusi ilmiah ini menghadirkan narasumber antara lain Chandra Setyawan, S.TP.,M.Eng., Ph.D.IPM yang merupakan Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Ir. Pan Budi Marwoto, MS.i  serta Widya Handini, B,Sc,M.Sc Akademisi STISIPOL Pahlawan 12. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Darol Arkum, ketua STISIPOL Pahlawan 12.

Dalam diskusi yang diikuti dosen, staf serta mahasiswa tersebut, diungkapkan oleh Pan Budi Marwoto “Tahun 2018 Bangka Belitung menduduki posisi ke-5 dari 12 provinsi dengan indeks kerentanan pangan di bawah rata-rata nasional. Beberapa faktor menyebabkan Indonesia rentan mengalami rawan pangan seperti tingginya ketergantungan impor bahan pangan, tingginya konsumsi pangan beras dan terigu, hingga faktor kerusakan lingkungan menjadi pemicu Indonesia menghadapi kondisi rentan rawan pangan termasuk Bangka Belitung”.

Dalam kesempatan tersebut Widya Handini lebih menyoroti pada faktor lingkungan yang menjadi pencetus Bangka terancam rawan pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *