Kemudian, yen Jepang melemah 0,38 persen, rupee India melemah 0,08 persen, dan dolar Singapura melemah 0,14 persen.
Sementara, mata uang negara maju bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,09 persen, poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, franc Swiss menguat 0,02 persen, dolar Australia melemah 0,21 persen, dan dolar Kanada bergerak stagnan.
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang lain karena inflasi negeri Paman Sam itu cukup tinggi pada September 2021.

