BIN, MENTOK-Polres Bangka Barat mendalami dugaan indikasi permainan terstruktur dalam distribusi pupuk bersubsidi setelah ditemukan selisih harga yang signifikan di lapangan.
Pupuk subsidi yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp 90.000 per karung, justru ditemukan beredar hingga Rp 280.000 per karung. Selisih mencapai Rp 190.000 ini dinilai tidak wajar dan menjadi perhatian aparat kepolisian.
Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, mengatakan pihaknya tengah menelusuri kemungkinan adanya pola distribusi yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Selisih harga ini cukup besar. Kami dalami apakah ini terjadi karena faktor individu atau ada indikasi pola yang lebih terstruktur,” ujar Pradana, Rabu (8/4/2026).

