Pasca Insiden Pembakaran Pos Pengamanan, Warga Minta PT MSK Hengkang

oleh -
oleh

Sapawi menambahkan, warga awalnya spontan hanya ingin bertanya di pos pengamanan PT.MSK, apakah ada razia atau tidak. Namun yang dijumpai warga, hanyalah security yang tidak tahu menahu hal itu. Situasi semakin memanas karena tidak ada satupun perwakikan PT.MSK yang bisa menjelaskannya ke warga, hingga berakhir miskomunikasi.

“Kami aparat Desa Penyak bersama Polres Bateng saat itu juga langsung mengamankan situasi, agar tidak terjadi pengrusakan lebih meluas hingga penganiayaan,” ujar Sapawi.

Pagi itu, Sapawi menyebut beberapa scurity yang berada di tempat sempat ia amankan ke kantor Desa Penyak agar tidak terjadi sesuatu lainnya yang mengancam keselamatan jiwa mereka.

“Beberapa scurity yang kami amankan tidak apa-apa, semua aman-aman saja dan sudah pulang,” ungkapnya.

Selain informasi bakal ada razia, pemicu lain amarah warga terhadap PT MSK ini tidak lain masalah CSR yang dijanjikan dahulu hingga sekarang belum terealisasi.

“CSR yang dulu berbentuk uang Rp.1.000/kg itu sampai sekarang tidak ada, hitung-hitungannya juga belum jelas berapa. Kami dari Desa Penyak sampai sekarang tidak menerima sepeserpun dana tersebut dari PT. MSK, hingga tercetuslah keinginan warga kemarin agar PT. MSK angkat kaki,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *