BIN, BANGKA-Perkembangan terbaru tambang ilegal di Pulau Kianak Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka semakin merajalela. Pantauan hari ini, Selasa (30/11/2021), awalnya puluhan ponton kini bertambah menjadi ratusan. Wow luar biasa. Ada apa dengan aparat penegak hukum (APH) di Bangka Belitung ?
“Makin ramai bang hari ini armada ponton bertambah, bahkan masuk ke dalam hutan-hutan bakau. Armada ponton seperti mau perang bersusun di Pulau Kianak. Yang kami heran, s sudah hampir sebulan tak sekalipun ditertibkan oleh aparat,” ujar Hr, salah satu nelayan Berbura.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kadus Tanjung Batu, Agus Ismail menyebut bukan hanya dirinya saja yang bermain tambang di Pulau Kianak. Ada 5 kubu lagi yang ikut bermain tambang.
“Satu lagi kubu yg dk di sebut,di situ ad kubu zambi yg punya rajuk,di situ zambi yg mengkoordinir sktr 50an lebih ponton,zambi lgsng yg nampung timah ea. Rata2 di situ ponton dr warga Rambang,bisa kita buktikan sekarang ponton2 dr Rambang byk di sembunyikan di sungai2 dan pelabuhan bernai,” ungkap Agus Ismail dalam pesan whatsaap, Senin malam (29/11/2021).
Dikatakan Agus Ismail, jika memang tidak boleh menambang di Pulau Kianak, silahkan bakar saja semua ponton-ponton.
“Sklian bakar semua ponton2 ilegal yg skrg bersembunyi di sungai2.Saya tau tempat persembunyian ponton2 ilegal trsebut. Inti e kalo dk boleh ad penambangan di situ,kita blacklist kan,sampai kpn pn jgn ada kgiatan penambangan di situ. Kami berkgiatan disitu oleh karena terlebih dahulu ponton3 dr Rambang lh yg berkgiatan disitu.Nggk adil,ponton2 mereka kerja di ilegal aman2 saja,sdngkan ponton2 dr warga kita yg mau bekerja dg income ke masyarakat desa jelas tp di sorot,’ katanya.
Menurut sumber terpercaya radarbabel.co, ada beberapa ‘pemain’ tambang illegal di lokasi Pulau Kianak.




