“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya, walaupun saya sempat kurang percaya diri dalam meraih penilaian voting, tapi saya harus tetap semangat dalam mengikuti lomba ini. Pesan saya sebagai penulis formula, jangan pernah takut mencoba hal-hal baru dan jangan mendengarkan suatu informasi secara sepihak, karena tidak semuanya buruk, kamu bisa mencapai kesuksesan jika kamu memegang niat dan tekad yang kuat pada dirimu sendiri,” imbuhnya.
Yuni kembali melanjutkan, keikutsertaan Ia dalam mengikuti kompetisi tersebut berawal dari postingan temanya, Awalnya Ia merasa kurang percaya diri dalam mengikuti kompetisi tersebut.
“Akan tetapi saya pernah berjanji ingin mencoba dan terus belajar, maka saya berusaha untuk menulis CERPEN sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang benar. Saya ingat dengan semua materi pelajaran kepenulisan yang dulu saya ikuti, lalu saya membaca semua artikel tentang Budaya dan Wisata Bangka Barat, sehingga ide menarik mulai menari-nari di pikiran saya dan menuangkan ide itu dalam serangkaian kata untuk menulis CERPEN. Sempat saya revisi sendiri, mengingat ada kata kurang berkenan menjadi kata pantas dan nyaman untuk dibaca, akhirnya saya mengirimkan naskah cerpen itu sesuai nomor penyelenggaraan sayembara tersebut dengan percaya diri,” ungkap Yuni yang merupakan mahasiswa STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat Bangka Semester akhir jurusan Ilmu Komunikasi (IKOM)

