BI, JAKARTA – Produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, hingga awal Oktober ini tembus 500 juta barel.
Realisasi produksi tersebut jauh di atas rencana pengembangan atau plan of development (PoD) yang disodorkan operator ExxonMobil Cepu Ltd yakni sebesar 450 juta barel.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Sutjipto, menjelaskan biaya yang digelontorkan Exxon sejak tahun 2008 juga tidak sedikit. Tapi itu dibayar dengan produksi optimal blok Cepu.
Selain itu produksi kumulatif 500 juta barel minyak tersebut, WK Cepu mampu memberikan penerimaan negara sebesar empat kali lipat dibandingkan nilai investasinya.




